Mengenal Morolipi, Robot Penjinak Bom yang ikut Andil Meringkus Noordin M. Top

Mengikuti berjam-jam liputan langsung pengepungan gembong teroris Noordin M. Top di Temanggung pagi ini ada satu hal yang menarik: diturunkannya satu robot untuk masuk ke dalam rumah dan memeriksa keadaan.

Tertarik, saya lalu coba keliling web mencari informasi mengenai robot yang sepintas berbentuk mirip WALL·E ini.

Morolipi

Kiri: Morolipi; Kanan: the obviously genius man who made it.

(yap, sayangnya itu satu-satunya gambar yang saya temukan di Internet tentang Morolipi. Diambil dari Technology Indonesia).

Ternyata robot hitam ini bernama Morolipi. Menurut artikel di Technology Indonesia:

Morolipi merupakan prototipe mobil robot penjinak bom yang telah dikembangkan LIPI sejak 2004. Mobil robot ini dapat dioperasikan dari jarak jauh memakai kabel untuk menjinakkan bom dengan cara memotong kabel listrik rangkaian pemicu ledakan bom. Operator dapat mengoperasikan mobil robot itu dari jarak maksimal 6 km menggunakan joystick dengan cara melihat gambar di monitor komputer yang dikirim oleh video yang terpasang di mobil tersebut.

Morolipi yang diturunkan pagi ini tampaknya adalah Morolipi versi 1, karena Morolipi terbaru versi 2 rencananya baru akan diturunkan 23 Agustus nanti (sumber dari Kompas). Dari artikel Kompas tersebut, fitur Morolipi antara lain:

…Robot itu lebarnya 1 meter, tinggi 90 cm, dan bobot 100 kg. Kelebihan mobil robot ini adalah mampu berjalan di daerah datar dengan kecepatan 1 meter per detik tanpa menggunakan energi karena menggunakan kopling elektrik. Robot yang dijalankan dengan roda berantai ini juga dapat menaiki tangga.

Morolipi V.1 memiliki lengan sepanjang 70 cm. Lengan beruas dua ini dapat berputar 360 derajat dan dapat menekuk. Pada ujung lengan dipasang alat penjepit dan pemotong kabel.

Morolipi V.1 dilengkapi dengan artikulator, kamera, dan sensor inframerah yang dapat mengirimkan citra hasil penginderaannya secara telemetri sehingga gambarnya dapat ditampilkan pada layar komputer yang dioperasikan sang operator. Dengan sarana yang terpasang itu, operator dapat mengendalikan Morolipi dari jarak maksimal 6 kilometer dengan menggunakan tongkat pengendali (joystick).

How awesome. Beritanet juga baru saja menurunkan satu artikel mengenai Morolipi.

Satu hal, dari televisi saya dengar sempat pula Morolipi kesulitan bergerak karena terhambat puing-puing reruntuhan dinding dan semacamnya. Mungkin untuk kebutuhan recon lain kali bisa dibuat robot berkamera yang terbang, versi kecil dari RQ-2 Pioneer, misalnya? 🙂

Yang jelas, salut karena robot ini asli dikembangkan oleh ilmuwan bangsa sendiri. Love it.

Tag:, , ,

About Hafiz Rahman

My job involves randomly breaking into sick air guitar solos.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: