Facebook Membeli FriendFeed, Apa yang Bakal Terjadi?

Apa itu FriendFeed?

FriendFeed paling mudah dipahami dari penjelasan Liz Gannes:

“It’s a Facebook news feed for the whole web.”

Dalam banyak hal, FriendFeed mengalahkan news feed Facebook: smarter, real-time, dan terbuka diakses dari mana pun.

Lalu apa artinya pembelian ini?

Om Malik bilang ini semua tentang Facebook vs. Google. Memang sudah sejak lama Facebook ingin mengalahkan Google dalam mendominasi internet. Kali ini, Facebook menyerang Google lewat apa yang disebut Om sebagai Problem of Plenty:

[…] our ability to publish more and more information in real time and the resulting explosion of data on the web. These two trends will soon make it nearly impossible to deal with the resulting information overload. I call this the problem of plenty. As a result, the current seek-search-consume popularized by Google will eventually hit its outer limits — and when that happens, Facebook wants to step in and take the leadership baton.

Dengan semakin banyaknya informasi yang di-publish sekian banyak pengguna Internet, semakin lama akan terjadi overload yang membuat kita semakin sulit mencari satu informasi tertentu: hal yang selama ini mayoritas dilakukan lewat web search, terutama Google.

Nah, di sinilah FriendFeed masuk, dengan menjadi salah satu alat penyaring yang cerdas dalam membantu kita lebih selektif mengkonsumsi informasi.

Techcrunch bilang keuntungan terbesar yang didapat Facebook dari akuisisi ini adalah mereka mendapatkan talent dari para kru FriendFeed. Seperti diketahui, FF didirikan oleh mantan-mantan programmer kelas atas dari Google: Paul Buchheit dulunya adalah pembuat Gmail, belum ditambah anggota lain seperti Bret Taylor, Jim Norris, dan Sanjeev Singh.

Tapi tunggu! Bagaimana dengan perbedaan filosofi antar kedua layanan tadi?

Facebook, sebagai situs jejaring sosial, mengadopsi filosofi walled garden: pengguna dibatasi oleh tembok-tembok dan “dipersulit” untuk membagi konten yang mereka buat di dalam FB kepada pengguna di luar jejaring. Sementara FriendFeed bersifat sangat open dan berkembang justru karena kemudahan berbagi konten, sebagaimana ujar Paul Buchheit:

“We want this to be open in all directions,” said Buchheit, citing various blog widgets and iGoogle modules. “It’s not a destination.”

Berhubungan dengan ini, Radar O’Reilly membuat prediksi menarik Maret lalu: Pada 2010, Facebook akan telah berubah menjadi situs jejaring sosial yang paling terbuka. Prediksi ini dibuat melihat banyaknya langkah yang diambil FB lakukan menuju arah itu (bergabung dengan OpenID foundation, misalnya).

Jika prediksi di atas benar, maka akuisisi FF menjadi satu lagi bukti usaha Facebook untuk menjadi lebih terbuka.

Lalu apa arti semua ini bagi pengguna biasa seperti kamu dan saya?

Pertama-tama, news feed Facebook akan semakin enak dipakai: real-time, penyaringan yang lebih baik, dan seterusnya. Kalau sekarang untuk menghilangkan kuis-kuis nggak penting dari news feed saja repotnya minta ampun, semoga nantinya filtering jadi lebih nyaman lagi.

Kedua, berharap saja Facebook semakin terbuka sehingga aktivitas kita di sana kemudian lebih mudah untuk di-share di blog, atau Twitter, atau situs-situs lainnya. Apapun itu, FB yang lebih terbuka adalah FB yang lebih baik.

All in all, ini akuisisi yang masuk akal untuk Facebook. Kita tunggu saja inovasi apa yang nanti muncul dari sini.

Tag:, , ,

About Hafiz Rahman

My job involves randomly breaking into sick air guitar solos.

2 responses to “Facebook Membeli FriendFeed, Apa yang Bakal Terjadi?”

  1. wahyu am says :

    FriendFeed, baru denger gan 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: