Archive | Oktober 2009

Apa Saja yang Diketahui Facebook tentang Kamu?

Satu fitur highlight baru di Facebook, reconnect with a friend, jadi membuat berpikir. Ini berarti Facebook tahu siapa-siapa saja yang kita jadikan teman tetapi tidak jarang kita kontak di situ. Kira-kira apa lagi ya yang dia tahu tentang kita?

Yang kita sendiri secara sukarela memberitahukan ke Facebook

  • Siapa saja keluarga kita
  • Alamat
  • Nomor telepon
  • Tempat kita bekerja
  • Riwayat sekolah
  • Hobi, ketertarikan

Yang bisa disimpulkan sendiri oleh Facebook lewat data interaksi kita di sana

  • Siapa teman dekat kita (sering wall-to-wall, sering menulis komentar, FB chat, in relationship with, dsb)
  • Siapa teman yang jarang kita sapa
  • Siapa saja teman kita bersosialisasi di dunia nyata (bisa dilihat dari siapa saja yang ada dalam foto yang sama dengan kita, siapa saja yang mengikuti event yang sama dengan kita, dll)
  • Siapa saja teman kita bersosialisasi di dunia maya (teman satu grup, teman yang biasa bertukar wall message, yang tidak ada ikatan persamaan domisili / sekolah / tempat kerja)
  • Apa saja yang dilakukan teman-teman kita yang kira-kira menarik buat kita juga (paling mencolok: ketika seorang teman dekat menjadi fan sesuatu, di highlight akan muncul, menawarkan kita menjadi fan juga)
  • Produk apa yang menarik kita (dari keyword apa saja yang biasa kita posting di sana, iklan FB apa yang kita klik)
  • Siapa saja yang sering melihat profil kita (iya, memang tidak ditunjukkan ke kita, tapi saya yakin FB mencatat semua ini), dan tentunya profil siapa saja yang sering kita lihat. People might not know if you stalked them, but FB does.
  • Berapa jam kita bermain FB dalam sehari, aplikasi apa saja yang kita sukai
  • Jam berapa saja kita biasanya online
  • Situs apa saja yang bisa kita buka (tapi hanya terbatas bisa dilihat dari external link mana yang kita klik)
  • Bahasa apa saja yang biasa dan bisa kita gunakan (misalnya asumsikan jika seseorang berganti bahasa dari Indonesia ke Swahili dan dia tetap online selama seminggu tanpa mengganti lagi, berarti dia memang cukup fluent dalam bahasa Swahili).
  • Dengan apa kita sering membuka FB. Desktop, hape, BB, iPhone, lewat sms, atau apa. Secara lebih detail untuk mobile bisa jadi merk hp kita juga bisa dicatat.
  • Dari mana kita membuka FB. Pelacakan lokasi menggunakan IP. Tidak akurat banget, mungkin, tapi tetap bisa.
  • Karena sekarang FB search juga bisa langsung memberi hasil dari search engine Bing, maka selain apa yang kita lakukan di dalam FB dia juga akan mencatat riwayat pencarian kita di internet secara keseluruhan.

Daftar di atas baru sekedar hasil pemikiran tentang interaksi yang umum dilakukan di FB. Dalam prakteknya pasti Facebook punya data-data lain yang lebih lengkap.

In other words: Facebook knows a shitload about you.

Bagaimana menurutmu?

Menghitung Peluang Kita untuk Dilahirkan

Artikel ini diterjemahkan dari The chances of you existing. It’s too good for me not to translate.

Jika kita mundur 10 generasi (250 tahun), peluang kita untuk dilahirkan maksimum 1 dibagi 6 x 10100 atau 1 dalam 6000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000 000000. Dalam perjudian, peluang 1 dalam 100 saja sudah terlalu kecil untuk dikejar.

Beruntung sekali kita bisa hidup!

Jika kita mundur 1 juta tahun atau 40 000 generasi (tiap generasi 25 tahun), kemungkinan kita dilahirkan maksimum 1 dalam 1.8 x 10403167 atau 18 dengan 403 166 nol di belakangnya.

Perhitungan angka-angka tadi sudah menambah-nambahi kemungkinan kita dilahirkan. Dia hanya mempertimbangkan angka berdasarkan kontribusi ayah, kontribusi ayah dari ayah, dan seterusnya. Dengan kata lain perhitungan tadi hanya berdasarkan garis keturunan laki-laki langsung. Dia tak memperhitungan faktor berikut, yang sudah pasti akan membuat peluang kita dilahirkan makin kecil lagi:

  • Kontribusi ibu
  • Laki-laki dan wanita yang mati dalam perang, wabah, penyakit dan sebagainya tanpa meninggalkan keturunan – dalam beberapa generasi ini nilainya bisa mencapai 50% populasi.
  • Laki-laki dan wanita yang mati secara alamiah.
  • Anak-anak yang mati sebelum mencapai usia reproduksi.
  • Fetus dan telur yang telah dibuahi lalu mati atau diaborsi.

Kita adalah hasil dari banyak generasi survivors. Salah satu dari orang yang meninggal prematur bisa jadi ayah kita atau ayah dari ayah kita dan seterusnya. Dan entah bagaimana caranya, tidak ada satupun dari leluhur lelaki kita yang mati sebelum meneruskan gen-nya pada lelaki berikutnya pada garis keturunan kita. Karena kematian-kematian yang disebut di atas sebagian besar garis keturunan manusia lenyap, tetapi untungnya milik kita tidak. Karena kematian-kematian tadi, kemungkinan kita untuk dilahirkan sebenarnya jauh lebih kecil lagi.

Perhitungan:

Perhitungan ini hanya mempertimbangkan ayah, ayah dari ayah, dan seterusnya. Jumlah sperma yang dihasilkan nilainya sangat lebih banyak dibandingkan jumlah telur yang dihasilkan ibu, sehingga prosedur ini cukup layak dipakai untuk menunjukkan betapa kecil kemungkinan kita untuk dilahirkan. Diasumsikan tiap generasi produktif berjarak 25 tahun.

Beberapa statistik berdasar buku “Sperm Wars” oleh by Robin Baker,  University of Manchester.

  • Rata-rata seorang laki-laki usia pubertas (15 tahun, kira-kira) hingga 30 tahun memproduksi  300 juta sperma/hari (300,000,000).
  • Rata-rata seorang laki-laki usia 30 tahun hingga 50 tahun memproduksi  230 juta sperma/hari (230,000,000).
  • Rata-rata seorang laki-laki usia 50 tahun hingga 75 tahun memproduksi  50 juta sperma/hari (50,000,000).

Tiap sperma memiliki set DNA yang unik. Rata-rata, ada 2 atau 3 anak yang bertahan hidup dan kemudian berreproduksi. Nilai rata-rata ini relatif konstan dalam kehidupan modern, agrikultur maupun berburu-meramu. Dirata-rata, 2 hingga 3 sperma saja yang membuahi telur hingga menghasilkan 2-3 individu yang mampu bereproduksi – seluruh sisa sperma yang lain mati.

Jenis-jenis sperma:

Ada 3 jenis:

  1. Killer Sperm, 83% dari seluruh sperma. — Mereka menyerang sperma dari laki-laki lain yang mungkin ada di dalam tubuh wanita. Sperma ini membawa racun mematikan di bagian kepala, mencari sperma asing dan membunuhnya dengan racun tadi. Setelah membunuh beberapa kali, sperma ini akan kehabisan energi dan mati.
  2. Blocker Sperm, 16% dari seluruh sperma — Mereka menutup pintu masuk sehingga sperma laki-laki lain tidak bisa mencapai sel telur.
  3. Egg Getter Sperm, 1% seluruh sperma — Mereka sperma yang bisa membuahi sel telur jika berhasil mencapainya.

Jadi 99% dari sperma berperang dengan sperma lain dan hanya 1% yang berpotensi membuahi. Perhitungan ini hanya akan mempertimbangkan Egg Getter Sperm.

Jumlah sperma sesungguhnya:

  1. Antara pubertas (15 tahun) hingga 30 tahun adalah 1% dikali 300 juta, yaitu 3 juta Egg Getter per hari atau 16 miliar selama rentang usia ini.
  2. 30 tahun hingga 50 tahun: 2,3 juta Egg Getter per hari ataun 16 miliar selama rentang usia ini.
  3. 50 tahun hingga 75 tahun: 500 ribu Egg Getter per hari atau 4 miliar selama rentang usia ini.

Dirata-rata, sepanjang usia manusia dihasilkan 36 miliar Egg Getter, dengan kemungkinan 36 miliar keturunan yang unik.

Kemungkinan dari Seluruh Egg Getter Sperm yang dapat menghasilkan keturunan:

Karena rata-rata manusia memiliki 2-3 keturunan, maka jumlah pecahan dari semua Egg Getter Sperm yang akan menghasilkan keturunan adalah 3 x 1 / 3.6 x 3.6 x 1010 atau 1 / 1.2 x 1010 atau 1 / 12,000,000,000.

Sekarang kita pukul rata dan ambil nilai pecahan tadi sebagai kemungkinan kita dilahirkan, bukan kemungkinan 3 orang dilahirkan. Maka dapat dikatakan bahwa dari semua Egg Getter Sperm yang dihasilkan ayah kita, peluang sperma yang bertuliskan nama kita untuk menjadi kita adalah1 dalam 12,000,000,000 — kecil sekali!

Sekarang kita ambil 2 generasi. Ayah kita dan ayah dari ayah kita. Kemungkinan Egg Getter ayah kita menjadi kita adalah 1 / 12,000,000,000. Kemungkinan Egg Getter kakek kita menjadi ayah kita juga sama,  1 / 12,000,000,000. Maka untuk dua generasi saja, kemungkinan kita dilahirkan adalah 1 /12,000,000,000 x 1 / 12,000,000,000 = 1 / 144,000,000,000,000,000,000
atau to 144,000,000,000,000,000,000, atau 1 / 1.44 x 1020.

Untuk sepuluh generasi, maka 1 / 12,000,000,000 dikali 10, yaitu 1 / 6 x 10100 (nilai yang kita lihat di bagian atas).

Untuk sejuta tahun evolusi (nilai sesungguhnya sebenarnya berjuta-juta) atau 40,000 generasi = 1 / 1.8 x 10403167 kemungkinan kita dilahirkan. (banyak sekali sperma yang terbuang, ya?)

Ini adalah peluang yang sangat, sangat kecil. 1 dibagi 18 dengan 403 166 nol di belakangnya. Dengan kata lain, secara esensi peluang kita dilahirkan adalah nol.

Coba bayangkan angka ini:

Usia alam semesta sejak Big Bang adalah 13.7 milyar ahun. Dalam detik = 4.32 x 1016 detik atau 43,200,000,000,000,000 detik — lama sekali!!

Jika 1 Egg Getter Sperm diproduksi tiap detik sepanjang usia alam semesta, diperlukan: 6 x 10100 / 4.32 x 1016 = 1.4 x 10 89 usia alam semesta untuk secara pasti menghasilkan kita (itu pun jika hanya menghitung 10 generasi ke belakang). Seluruh usia alam semesta dikali 14 dengan 88 nol di belakangnya — bisa dikatakan waktu yang tak terbatas!

Jika kita mundur 1 juta tahun akan diperlukan 42 x 10403149 usia alam semesta untuk secara pasti menghasilkan kita. 42 dengan 403 149 nol di belakangnya!

Ingat pula bahwa semua angka ini masih sangat dibulatkan dan peluang sesungguhnya bisa lebih kecil lagi.

————-

Kalau mengingat semua ini, menakjubkan sekali kita bisa hidup, ya? Bahkan dua generasi ke belakang saja sudah hampir tidak mungkin kita ini ada.

Mind = blown.

Respect Your Timeline! Cara Efisien Memanfaatkan Twitter dan Facebook

Timeline adalah fitur yang utama kita pakai sehari-hari di Twitter dan Facebook. Intinya sama, deretan update terbaru dari orang-orang yang kita ikuti. Dan dari pengalaman saya, rasio noise-to-signal semakin meningkat makin banyak orang yang muncul di situ. Keluhan, opini tidak jelas, berita tidak penting banyak bermunculan yang tentunya sangat mengganggu.

Here’s my thoughts on that matter.

Di Facebook, kita bisa menyembunyikan update status dari orang-orang yang “mengganggu” dengan cara meletakkan kursor pada di atas status yang bersangkutan dan memilih pilihan “Hide” yang muncul di sisi kanan status tersebut. Update dari aplikasi-aplikasi nggak penting seperti kuis-kuis Facebook juga bisa disembunyikan dengan cara yang sama.

(Cara tersebut hanya bisa dilakukan di versi full Facebook. Versi Mobile, Lite dan iPhone tidak bisa. Meski demikian, sekali disembunyikan, mereka-mereka juga tidak akan muncul di versi Facebook manapun.)

Juga adalah ide yang sangat bagus untuk hanya menerima friend request dari orang-orang yang kamu kenal. Masalahnya begini. Kalau kamu menerima siapa saja, timeline-mu akan penuh oleh hal-hal tidak relevan dari orang-orang yang tidak kamu kenal, bisa jadi update yang menarik dan penting dari kenalan atau relasi malah terlewat. Iya, memang Facebook mengizinkanmu membuat daftar tersendiri untuk orang-orang yang ingin kamu ikuti updatenya, tapi males banget kan? That’s more work than simply refusing friend requests from strangers.

Twitter juga begitu. Buat saya ada dua tipe pengguna Twitter:

  1.  Yang menggunakannya sungguh-sungguh untuk sekedar memberitahu dunia tentang dirinya saat itu (“kena macet di jalan!”)
  2. Yang menggunakannya untuk berinteraksi dan berbagi informasi bermanfaat (“jalan Hasanuddin macet, yang mau lewat sebaiknya cari jalur alternatif”).

Kuncinya adalah mengenali tipe mana orang-orang yang kamu ikuti. Tidak peduli seberapa terkenal orang itu, tidak penting seberapa banyak follower dia, selalu lebih bermanfaat untuk mengikuti orang-orang dari tipe kedua.

Ibaratnya makanan, lebih baik memilih makanan sehat daripada snack-snack kosong yang tidak bergizi dan membuang waktu. Jadi hargailah timeline-mu sendiri. Filter, filter, filter. It’s worth it.