Respect Your Timeline! Cara Efisien Memanfaatkan Twitter dan Facebook

Timeline adalah fitur yang utama kita pakai sehari-hari di Twitter dan Facebook. Intinya sama, deretan update terbaru dari orang-orang yang kita ikuti. Dan dari pengalaman saya, rasio noise-to-signal semakin meningkat makin banyak orang yang muncul di situ. Keluhan, opini tidak jelas, berita tidak penting banyak bermunculan yang tentunya sangat mengganggu.

Here’s my thoughts on that matter.

Di Facebook, kita bisa menyembunyikan update status dari orang-orang yang “mengganggu” dengan cara meletakkan kursor pada di atas status yang bersangkutan dan memilih pilihan “Hide” yang muncul di sisi kanan status tersebut. Update dari aplikasi-aplikasi nggak penting seperti kuis-kuis Facebook juga bisa disembunyikan dengan cara yang sama.

(Cara tersebut hanya bisa dilakukan di versi full Facebook. Versi Mobile, Lite dan iPhone tidak bisa. Meski demikian, sekali disembunyikan, mereka-mereka juga tidak akan muncul di versi Facebook manapun.)

Juga adalah ide yang sangat bagus untuk hanya menerima friend request dari orang-orang yang kamu kenal. Masalahnya begini. Kalau kamu menerima siapa saja, timeline-mu akan penuh oleh hal-hal tidak relevan dari orang-orang yang tidak kamu kenal, bisa jadi update yang menarik dan penting dari kenalan atau relasi malah terlewat. Iya, memang Facebook mengizinkanmu membuat daftar tersendiri untuk orang-orang yang ingin kamu ikuti updatenya, tapi males banget kan? That’s more work than simply refusing friend requests from strangers.

Twitter juga begitu. Buat saya ada dua tipe pengguna Twitter:

  1.  Yang menggunakannya sungguh-sungguh untuk sekedar memberitahu dunia tentang dirinya saat itu (“kena macet di jalan!”)
  2. Yang menggunakannya untuk berinteraksi dan berbagi informasi bermanfaat (“jalan Hasanuddin macet, yang mau lewat sebaiknya cari jalur alternatif”).

Kuncinya adalah mengenali tipe mana orang-orang yang kamu ikuti. Tidak peduli seberapa terkenal orang itu, tidak penting seberapa banyak follower dia, selalu lebih bermanfaat untuk mengikuti orang-orang dari tipe kedua.

Ibaratnya makanan, lebih baik memilih makanan sehat daripada snack-snack kosong yang tidak bergizi dan membuang waktu. Jadi hargailah timeline-mu sendiri. Filter, filter, filter. It’s worth it.

Tag:, ,

About Hafiz Rahman

My job involves randomly breaking into sick air guitar solos.

2 responses to “Respect Your Timeline! Cara Efisien Memanfaatkan Twitter dan Facebook”

  1. Noby says :

    Seide bang! Sip.. ;p

  2. hfz says :

    Seide itu apa ya? Sip juga deh 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: