Archive | November 2009

On the Internet, You Choose Where You Live

Dalam Edensor Andrea Hirata bertutur bagaimana senangnya dia tinggal di pusat kota Paris: dekat dengan sumber seni, budaya, kreativitas.

Dan saya berpikir.

Internet adalah pusat banyak hal yang bisa kita cari. Seni kah itu, budaya, kreativitas, teknologi. It’s all here. Untuk belajar, berinteraksi, mengumpulkan inspirasi, semua ada.

Dan bagian terbaiknya: kita sendiri yang memilih kita ingin “tinggal” di mana. Di pusat video game kah? Seni prosa kah? Matematika? Desain web? Musik? Ilustrasi? Atau sekedar Facebook?

Kita sendiri yang memilih tinggal di mana. Ada “biaya”-nya, tentu. Memahami bahasa Inggris, misalnya, karena jika tidak agak susah memahami apa yang sedang dikerjakan “tetangga-tetangga” kita. Dan yang juga lebih penting adalah bagaimana kemampuan kita memahami dan mengimbangi “lingkungan” yang kita pilih untuk tinggali. Tidak masalah kalau kita hanya ingin diam dan mengamati secara pasif, tetapi lebih enak jika kita pun akhirnya berkontribusi pada lingkungan kita.

Pernah dengar istilah lurking? Tradisi di Internet, jika kita sampai di lingkungan yang baru (misalkan sebuah forum atau IRC chat room atau komunitas pada umumnya), sempatkanlah dahulu untuk lurking (mengamati diam-diam) selama beberapa waktu. Ini semacam proses akulturasi: jangan dulu posting, jangan dulu berkomentar.

Amati saja dulu. Pelajari apa yang dibahas orang-orang, cara mereka berkomunikasi. Siapa “tetua-tetua” di situ. Bagaimana aturan-aturannya.

Nanti, begitu kita sudah terbiasa, barulah kita mulai memperkenalkan diri. Berkontribusi sedikit demi sedikit.

tl;dr: Internet itu penuh tempat-tempat yang menarik untuk dipelajari, so choose wisely where you live. Lurk. Adapt. Contribute.

Aturan 28 Kata dari Google

Untuk halaman depan Google.com, ternyata mereka memiliki peraturan bahwa total kata yang ada di sana tidak boleh melebihi 28 kata. Selaras dengan obsesi Google untuk tetap menjaga halaman depannya seminimalis mungkin.

Fascinating.