Arsip | Teknologi RSS for this section

Membuat File EPUB

Membaca buku selalu menyenangkan. Dikombinasikan dengan ebook reader yang nyaman dipakai, maka kita bisa menyimpan dan membaca banyak buku elektronik secara praktis dan hemat.

Selama ini kita mengenal file PDF sebagai format buku elektronik yang paling umum. Tetapi sebenarnya, format file yang standar untuk buku elektronik adalah EPUB. Dalam pengalamanku, file EPUB umumnya berukuran jauh lebih kecil dibanding PDF dan lebih enak dibaca di ebook reader. Kenyamanan ini terutama karena teks dalam file EPUB lebih fleksibel: dapat diatur tipografinya sedemikian rupa sehingga gampang menyesuaikan kebutuhan kita. Ingin font lebih besar, bisa. Ingin jarak antar spasi lebih kecil, bisa. PDF tidak bisa seperti ini.

Penasaran, kemarin aku mencari tahu bagaimana cara membuat file EPUB. Ternyata tidak terlalu sulit.

Pada intinya, konten sebuah EPUB diformat dengan XHTML, sama dengan yang digunakan di Web. Jadi, kalau kamu paham dengan XHTML (tidak terlalu sulit untuk dipelajari), kamu otomatis bisa membuat file EPUB.

Garis besarnya begini. Teks buku yang ingin kita buat diformat biasa dengan XHTML. Tiap satu bab bisa dimasukkan dalam satu file XHTML, jadi nanti ada beberapa file XHTML. Menampilkan gambar pun bisa, sistemnya sama menggunakan tag img di XHTML. Dan karena ini XHTML, maka kita bisa memakai CSS pula untuk stylingnya.

Setelah file XHTML-nya lengkap, tinggal tambahkan beberapa file tertentu. File-file ini bertugas mengatur daftar isi, memberi metadata buku, dan sebagainya. Untuk ini sudah ada tutorial yang bisa diikuti. Tidak susah, dan kita bisa memakai file-file contoh yang disediakan di tutorial tersebut. Tinggal copy-paste dan edit sebentar.

Setelah file-file tambahan tersedia, tinggal di-zip semuanya. File zip tadi diubah ekstensinya menjadi .epub, dan selesai sudah! File sudah bisa langsung dimasukkan ke ebook reader, atau diconvert menggunakan Calibre menjadi format-format yang lain.

Kindle, misalnya, tidak bisa membaca EPUB. Jadi perlu diconvert dulu dari EPUB menjadi MOBI yang dikenali Kindle.

Kesimpulannya, membuat ebook berformat EPUB ternyata tidak susah. Dan sepertinya lebih bagus jika kita memulai membuat buku dengan format ini. Karena formatnya standar, ia mudah dikonversi menjadi format lain (mobi, pdf, dan lain-lain) menggunakan Calibre. Jadi kita tidak perlu bekerja dua kali untuk membuat format-format lainnya.

Sebenarnya ada juga aplikasi yang membantu kita membuat file EPUB (Adobe InDesign, misalnya). Tetapi aku sudah coba membuat dengan teks editor biasa dan tidak susah sama sekali.

Tertarik? Ikuti tutorial ini.

Kisah di Balik Satu Foto Terpenting Dalam Sejarah Umat Manusia

Pada satu hari di 1995, alih-alih mengamati bintang atau planet terdekat, para astronomer mengarahkan teleskop terbesar yang pernah dibuat untuk mengintip pada satu titik kecil hitam di angkasa. Titik kecil ini secara kasatmata tak memiliki apapun: tak ada planet di sana, tak ada bintang, tak ada komet, tak ada asteroid.

Hanya sebutir pasir hampa pada pantai angkasa yang semarak oleh kerlip bintang.

Sepuluh hari berlalu, dan teleskop Hubble terus mengumpulkan cahaya yang masuk dari titik kecil tersebut ke dalam lensanya. Ketika kemudian Hubble menunjukkan apa yang dilihatnya, dunia terperangah.

Hubble Deep Field

Foto ini, foto pandangan terjauh dari bumi yang pernah dibuat oleh manusia waktu itu, foto yang diambil dari satu titik kosong luarbiasa kecil di angkasa, menunjukkan betapa luar biasa besar alam semesta ini. Tiga ribu lebih galaksi ada di foto itu.

Tiga. Ribu. Galaksi.

Dengan triliunan bintang ada dalam tiap-tiapnya.

Dan semua angka-angka itu diambil dari satu titik kecil kosong yang tadinya dianggap tak memiliki apa-apa. Hanya 1/28,000,000 dari keseluruhan langit malam.

Inilah foto yang pertama kali menunjukkan pada kita seberapa besar alam semesta sesungguhnya. Yang mengajarkan kita seberapa kecil keberadaan kita di dalamnya.

2004, dengan perlengkapan yang telah diperbarui dan resolusi yang lebih tinggi Hubble kembali mengamati satu titik kecil di angkasa. Hasilnya, Hubble Ultra Deep Field:

Hubble Ultra Deep Field

Sedikit lebih luas dari foto sebelumnya. Sepuluh ribu galaksi. Foto terjauh yang pernah diambil.

Space is big. You just won’t believe how vastly, hugely, mind- bogglingly big it is. (Douglas Adams)

Dengan pengetahuannya, manusia mengintip jauh ke dalam alam semesta hanya untuk terus dan terus mendapati bahwa ia jauh dan semakin jauh lebih kecil dari yang ia kira.

Sebagai penutup, sebuah video:

(Artikel diinspirasi oleh Hell Yeah, Hubble!)

Bagaimana Sudoku Grab Bekerja: Mengenali Gambar Puzzle Sudoku dari Foto

Sudoku Grab adalah aplikasi iPhone yang menarik: kamu tinggal ambil foto dari puzzle sudoku yang kamu temui (dari koran atau buku misalnya), dan dia akan otomatis merubah foto tadi menjadi puzzle yang bisa dimainkan di iPhone-mu. Kalau kamu mau, dia juga bisa memecahkan puzzle tersebut secara lengkap.

Pintar, ya?

Nah, baru-baru ini pembuat aplikasi tersebut menjelaskan sendiri bagaimana Sudoku Grab bisa mengenali gambar puzzle di foto. Singkatnya, dia menggunakan berbagai teknik algoritma pemrosesan citra (image processing) untuk mengenali kotak-kotak dan angka-angka di dalam foto untuk kemudian dirubah menjadi puzzle yang bisa dimainkan.

Pertama-tama Sudoku Grab menggunakan teknik thresholding untuk mengenali garis-garis grid di dalam foto, dibantu dengan Hough transform untuk mendeteksi empat titik sudut dari puzzle. Apabila kotak yang dideteksi masih miring karena sudut pengambilan gambar tidak lurus dari atas, ditambahkan juga transformasi perspektif sampai didapat grid puzzle yang sempurna.

Hasil dari thresholding dan hough transform

Setelah beres, tugas selanjutnya tinggal mengenali angka-angka pada foto dan meletakkannya pada grid. Ini sudah masuk bidang pengenalan karakter (dan lebih luas lagi pengenalan pola). Sudoku Grab memakai teknik jaringan syaraf tiruan untuk mengenali angka-angka: jaringan terlebih dahulu dilatih dengan sekumpulan angka yang sudah dikenali, sehingga ketika berhadapan dengan sebuah foto dia bisa menggunakan hasil latihan tadi untuk mendeteksi angka.

Bisa dibilang Sudoku Grab menggunakan teknik-teknik umum dalam pemrosesan citra untuk memecahkan masalah yang menarik. Jika kamu tertarik atau memang sedang mempelajari pemrosesan citra, artikel tadi layak untuk dibaca sampai habis (ini saya beri linknya lagi, because it’s just that awesome).